Tembakau Gorila Dipesan Online, Sabu Dikirim TKI via Paket

Makassar – Tiga orang pemuda yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis gorila seberat 1 kilogram ditangkap.

Wakil Kepala Polrestabes Makassar AKBP Budi Susanto mengatakan rencananya tembakau sintetis tersebut akan diedarkan di wilayahnya.

“Pelaku bernama Muh Restu Faisal alias Beke ( 19 ), Muh Syahru Ramadan alias Yuyu ( 19 ), A. Syahriwijaya ( 20 ), dengan barang bukti narkoba jenis sintetis gorilla. Mereka ditangkap di lokasi berbeda,” kata Wakapolrestabes Makassar, Kamis ( 12/8 ).

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Yudi Frianto menjelaskan ketiga pengedar tersebut sebelumnya memesan satu kilogram tembakau sintetis secara online.

” Mereka buatkan sachet kecil dengan label sendiri, kemudian diecer ada harga Rp 100 ribu dan Rp 200 ribu per sachet,” jelasnya.

Rencananya kata Yudi tembakau sintetis itu akan dijual di Kota Makassar dengan sasaran siswa dan para remaja.

” Setelah menjadi sachet kecil kemudian mereka jual secara online, kebanyakan sudah ada pelanggannya,” katanya.

Ketiga pengedar narkoba tersebut beber Yudi akan dijerat dengan pasal 114 ayat ( 2 ) atau pasal 112 ayat ( 2 ) juncto pasal 132 ayat ( 1 ) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

” Ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” ujarnya.

Terpisah, seorang warga yang bekerja di Malaysia mengirim sabu-sabu seberat 1 Kg ke kampungnya di Madura via jasa ekspedisi.

Dibaca Juga : Peredaran Tembakau Sintetis China Rp 23 M Terkuak di Bogor

Hal itu diketahui saat petugas Bea Cukai di gudang milik PT. JKS Logistik Indonesia terhadap barang-barang kiriman dari Malaysia pada Selasa ( 3/8 ).

Pasukan K-9 alias anjing pelacak dikerahkan ketika petugas menemukan empat paket kardus yang dialamatkan ke Madura yang tampak mencurigakan.

Benar saja, saat dibongkar, isi kardus tersebut adalah botol susu bekas yang berisi sabu yang seluruhnya berjumlah 440 gram dengan nilai mencapai 440 juta rupiah.

Pihak Bea Cukai pun langsung melakukan koordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah melakukan pengembangan penyelidikan.

” Sudah beberapa bulan ini kami memang terkonsentrasi pada barang kiriman dari Malaysia. Ada info kami terima, kemudian kami tindaklanjuti ke sebuah gudang milik perusahaan jasa ekspedisi,”

” Lalu kita lakukan pemeriksaan K-9, terdapat kecurigaan dan begitu dibongkar, terdapat sabu di dalam botol susu bekas”, ungkap Kepala Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Mas Semarang di kantornya, Rabu ( 11/8 ).

Tak memakan waktu lama, Polisi membekuk dua warga Bangkalan Madura yakni Tomin ( 41 ) yang merupakan petani dan Tosiah ( 37 ), seorang ibu rumah tangga.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Lutfi Martadian, hasil penyelidikan diketahui bila sabu dikirimkan oleh Matori, suami dari Tosiah, yang bekerja sebagai TKI di Malaysia.

” Dari koordinasi dengan Bea Cukai, kita lakukan profiling dan control delivery. Dapatlah, dua identitas penerima paket yakni TM dan TS, yang masing-masing merupakan petani dan ibu rumah tangga. Kemudian kita dalami, ternyata sabu dikirim oleh M, suami dari TS yang bekerja jadi TKI di Malaysia,” terang Lutfi.

 

PastiJP

Bagi Sobat Yang Belum Mempunyai Akun Di PastiJP Silahkan Daftar Di http://petikdaun.com/registerNo. WhatsApp PastiJP : 0822-7798-6921

Tinggalkan Balasan